ketika sebuah amanah itu menjadikan saya aktor untuk berperan dalam menemukan solusi yang terbaik akan masa depan yang lebih cerah dan menggembirakan bagi umat manusia,akankah hal itu harus saya hindari?. adakah sebuah penelitian ilmiah yang dapat memunculkan para aktor yang dapat merubah masa depan menjadi tempat yang diidamkan dan didambakan ibarat surga yang selalu dinanti masanya.
sebuah ujian selalu menyertai ditiap langkah umat manusia dalam kebingungannya, mereka membutuhkan seorang figur yang dijadikan penuntun arah dalam menjalani kehidupannya. akankah kita dapat bertemu langsung orang yang terpilih tersebut, saya rasa itu adalah sebuah impian tiap orang agar dapat bertemu dengan figur yang diidolakannya bak seorang aktor atau artis yang dicari beritanya tiap waktu, namun yang membedakan mereka hanyalah dalam segi-segi kehidupan yang lebih nyaman dan tentram.
saya mengidolakan figur Nabi Besar Muhammad SAW, karena beliau adalah pemimpin yang dapat memberikan ketenangan jiwa dan mampu mengarahkan umatnya untuk mematuhi segala perintah dan larangan yang dinashkan Allah SWT melalui Al-quran. besar sekali harapan saya dapat bertemu dengannya meski hanya melewati dunia mimpi. ya allah pertemukanlah hamba-Mu yang penuh dosa dan hina demi tuk mendapatkan hidayah dan inayah-Mu. ya rabbi jauhkanlah segala kemungkaran dan kemunafikan dari hati nurani yang paling dalam, tiada daya selain-Mu yang menciptakan apa saja yang tidak bernilai sehingga menjadi sesuatu yang amat bernilai bagi kesejahteraan umat manusia untuk mengangkat agama-Mu dalam menghadapi peperangan besar menjelang dekatnya hari akhir nanti.
17 Januari 2009
menjadi manusia pilihan, apakah sebuah tujuan?
Diposkan oleh m.ulin nuha di 10:10:00 1 komentar Link ke posting ini
Label: Refleksi
16 September 2008
MY Hope
Bila dulu pernah sekolah, maka kita pernah jadi murid.
Bila dulu pernah mengajar, maka kita pernah jadi guru.
Dalam kehidupan ada suatu komunitas yang terbentuk untuk saling mengisi diantara ruang dan sisi-sisi kehidupan yang mungkin tidak pernah diberikan di bangku-bangku sekolah. Kehidupan penuh dengan aneka persoalan yang kita hadapi baik di rumah, kantor, kampus dan masyarakat. Tidak menutup kemungkinan juga masalah diri kita sendiri, atau bahkan alam dan lingkungan. Kita sebagai manusia, pasti selalu berhadapan dengan masalah. Karena untuk hidup itu sendiri sudah merupakan masalah. Bila ada masalah, pasti pula ada jalan keluar. Antara kita, satu dengan yang lain, mungkin memiliki permasalahan yang sama, tetapi dengan jalan keluar yang berbeda. Bisa juga permasalahan berbeda, tetapi dapat diselesaikan dengan cara yang sama.tulisan diatas mengingatkan saya akan segala terjadi dalam keseharian ini selalu memberikan bacaan-bacaan yang bermutu asalkan apa yang kita baca dapat dipahami dengan benar bukan hanya bisa tahu atau mengerti tapi butuh akan pemahaman mendalam akan bacaan tersebut, dalam sekolah kehidupan kita menemui segala kasus yang dapat dipecahkan dengan teori-teori yang ada dalam materi-materi sekolahan akademis.
layaknya manusia yang jauh dari kesempurnaan, saya terus mencari ilmu-ilmu yang tak pernah diajarkan dalam sekolah akademik manapun. bila nafas dan denyut terus berdetak ibarat jam dinding yang berputar tak akan berhenti bila ada yang tak menghambat putaran jarumnya
Diposkan oleh m.ulin nuha di 00:17:00 0 komentar Link ke posting ini
Label: Refleksi
15 Agustus 2008
Arti Sebuah Kesuksesan
kesuksesan adalah jalan menuju pintu kemenangan
kesuksesan itu merupakan langkah pada tindakan
kesuksesan bisa menjadi tolak ukur kemampuan
kesuksesan yaitu sebagian dari kesempurnaan
manusia selalu mencari-cari esensi sebuah kehidupan yang sukses
makhluq yang berakal bisa memahami makna dari sukses
akhlaq sempurna bisa menjadi pendorong sukses
apa yang dimaksud dengan sukses?
Diposkan oleh m.ulin nuha di 03:29:00 0 komentar Link ke posting ini
Label: Refleksi
31 Juli 2008
pelangi yang indah
ada selintas pelangi yang membuat mata selalu tertarik untuk menyempatkan diri melihat dan menghayati lebih mendalam apa sih indahnya sebuah pelangi itu berada?sehingga membuat decak kekaguman tersendiri dalam relung hati yang kering akan keindahan ini. apakah itu sebuah kamuflase dari berbagai fenomena lingkungan alam yang saling tarik menarik ibarat teori gravitasi yang selalu menarik benda yang dilempar.
tidakkah keindahan itu tercipta untuk dinikmati,tapi mengapa keindahan selalu menghilang sekejap mata seiring perputaran roda kehidupan yang silih berganti.sangat menarik hati untuk menyimpulkan begitu dini atas keagungan-Nya akan ciptaan yang ada..subhaanallah.
salahkah mata memiliki apa yang ada dalam benih-benih pikiran yang semakin keruh oleh kabut-kabut kerinduan pada pelangi tersebut?sungguh ini kejadian yang sangat menghentakkan detak denyut nadi hati nurani yang tandus akan keelokan pelangi itu?wallahu a'lam.
Diposkan oleh m.ulin nuha di 04:41:00 0 komentar Link ke posting ini
Label: Refleksi
20 Juni 2008
filsafat kehidupan
Diposkan oleh m.ulin nuha di 13:35:00 0 komentar Link ke posting ini
Label: Hentakan Nurani
26 Mei 2008
kesusahan yang menyenangkan
Diposkan oleh m.ulin nuha di 14:21:00 1 komentar Link ke posting ini
Label: kontemplasi
23 Mei 2008
ember kehidupan
Diposkan oleh m.ulin nuha di 13:45:00 0 komentar Link ke posting ini
Label: kontemplasi
